MAKALAH TANTANGAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS IT PERSPEKTIF ISLAM



Nama:SASTRA WITIRA SARI

Nim:240101010


Perkembangan teknologi informasi (Information Technology/IT) telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Sistem pembelajaran yang dahulu dilakukan secara tatap muka dan konvensional kini berkembang menjadi pembelajaran berbasis teknologi seperti e-learning, Learning Management System (LMS), video conference, serta berbagai aplikasi pendidikan digital lainnya. Transformasi ini semakin terasa sejak adanya pandemi yang mendorong percepatan digitalisasi pendidikan.


Dalam perspektif Islam, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian dari sunnatullah yang harus dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat. Islam sangat menekankan pentingnya menuntut ilmu sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-‘Alaq ayat 1–5 yang memerintahkan manusia untuk membaca dan belajar. Oleh karena itu, penggunaan teknologi dalam pembelajaran pada dasarnya sejalan dengan ajaran Islam selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai syariat.

Namun demikian, implementasi pembelajaran berbasis IT juga menghadapi berbagai tantangan. Tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga menyangkut aspek moral, sosial, dan spiritual peserta didik. Oleh sebab itu, perlu adanya kajian mendalam mengenai tantangan implementasi pembelajaran berbasis IT dalam perspektif Islam agar pemanfaatannya tetap berada dalam koridor nilai-nilai Islami.

1. Pengertian Pembelajaran Berbasis IT

Pembelajaran berbasis IT adalah proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media utama dalam penyampaian materi, interaksi, evaluasi, dan pengelolaan pembelajaran. Media yang digunakan dapat berupa komputer, internet, aplikasi pembelajaran, video pembelajaran, serta platform digital lainnya.

Pembelajaran berbasis IT memiliki beberapa keunggulan, seperti fleksibilitas waktu dan tempat, akses informasi yang luas, serta penyajian materi yang lebih menarik dan interaktif. Dengan teknologi, peserta didik dapat belajar secara mandiri dan mengembangkan kemampuan literasi digital yang sangat dibutuhkan di era modern.


2. Pandangan Islam terhadap Teknologi dalam Pendidikan

Islam memandang teknologi sebagai alat (wasilah) untuk mencapai tujuan yang lebih besar, yaitu kemaslahatan umat. Dalam sejarah peradaban Islam, kemajuan ilmu pengetahuan pernah berkembang pesat pada masa Bani Abbasiyah, terutama ketika dipimpin oleh Al-Ma’mun yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan penerjemahan karya-karya ilmiah.

Hal ini menunjukkan bahwa Islam tidak menolak kemajuan teknologi. Bahkan, penguasaan ilmu dan teknologi merupakan bagian dari tanggung jawab umat Islam sebagai khalifah di muka bumi. Namun, Islam juga memberikan batasan bahwa penggunaan teknologi harus selaras dengan nilai akidah, syariah, dan akhlak.

Dengan demikian, pembelajaran berbasis IT diperbolehkan dalam Islam selama tidak mengandung unsur yang merusak moral, melalaikan kewajiban, atau bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat.

3. Tantangan Implementasi Pembelajaran Berbasis IT Perspektif Islam

a. Tantangan Moral dan Akhlak

Akses internet yang luas memungkinkan peserta didik terpapar konten negatif seperti pornografi, kekerasan, dan informasi yang menyesatkan. Dalam Islam, menjaga akhlak dan kesucian diri adalah kewajiban yang harus diprioritaskan.

b. Kurangnya Pengawasan

Pembelajaran daring membuat interaksi langsung antara guru dan siswa menjadi terbatas. Hal ini dapat menurunkan kedisiplinan serta memunculkan perilaku tidak jujur, seperti mencontek saat ujian online.

c. Kesenjangan Akses Teknologi

Tidak semua peserta didik memiliki perangkat dan jaringan internet yang memadai. Dalam perspektif Islam, keadilan dalam memperoleh pendidikan adalah hal yang penting. Kesenjangan digital dapat menimbulkan ketidakadilan sosial.

d. Menurunnya Interaksi dan Adab terhadap Guru

Dalam tradisi pendidikan Islam, adab terhadap guru sangat dijunjung tinggi. Pembelajaran berbasis IT yang minim tatap muka dapat mengurangi pembentukan karakter dan penghormatan kepada guru.

e. Kurangnya Kompetensi Guru dalam IT

Sebagian pendidik masih belum menguasai teknologi secara optimal, sehingga pembelajaran berbasis IT belum maksimal dalam penerapannya.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan integrasi antara teknologi dan pendidikan karakter Islami. Guru dan orang tua perlu bekerja sama dalam mengawasi penggunaan teknologi, serta menanamkan nilai tanggung jawab dan kejujuran kepada peserta didik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Al-qur'an hadis

ceritachaca🩵✨